Selasa, 13 Agustus 2013
Kamis, 25 Juli 2013
Tuhan Mempunyai Cara Lain
Pagi yang cerah namun mataku menurunkan hujan begitu derasnya
Hati ini seakan mendung dibalut awan hitam nan legam
Kelam, bak tertumpahkan tinta yang sengaja kau teteskan
Kau ucapkan kata yang tak kuduga
Terimakasih, aku baik-baik saja sebelum kau ucapkan itu
Namun tak ingin kututupi dengan segala kemunafikkan hati
Bulir air mata ini tandakan aku tak ingin kehilanganmu
Nyatanya kau pergi, sama seperti masa laluku
Aku sudah mencoba melerai perdebatan antara otak dan hati
Logika dan perasaan
Diam-diam aku bersembunyi di balik senyum palsu
Tapi sepertinya senyumku tlah lama membeku dan enggan mencair
Untuk yang kesekian kalinya, aku kehilangan...
Aku hanya bisa bersembunyi di balik kapuk tebal berlapis kain nan tipis
Menumpahkan segala rasa kecewaku
Meluruhkan air mata yang tlah bersarang di pelupuk mataku
yang sedari tadi meronta-ronta dan memintaku untuk mengeluarkannya
Aku tak bisa menolak
Rasanya aku baik-baik saja, aku masih bisa tersenyum
Kau bilang aku berdusta? Tidak!
Aku tak ingin disebut lemah di hadapanmu
Walau memang di dalamnya aku rapuh
Tuhan memang terlalu menyayangiku
DIA selalu memisahkanku dengan seseorang yang belum pantas kucintai
Dengan seseorang yang masih meragukan ketulusanku
Rencana Tuhan selalu indah
Skenario terbaik untuk hidup dan matiku
Ini yang terbaik... InsyaAllah...
Hati ini seakan mendung dibalut awan hitam nan legam
Kelam, bak tertumpahkan tinta yang sengaja kau teteskan
Kau ucapkan kata yang tak kuduga
Terimakasih, aku baik-baik saja sebelum kau ucapkan itu
Namun tak ingin kututupi dengan segala kemunafikkan hati
Bulir air mata ini tandakan aku tak ingin kehilanganmu
Nyatanya kau pergi, sama seperti masa laluku
Aku sudah mencoba melerai perdebatan antara otak dan hati
Logika dan perasaan
Diam-diam aku bersembunyi di balik senyum palsu
Tapi sepertinya senyumku tlah lama membeku dan enggan mencair
Untuk yang kesekian kalinya, aku kehilangan...
Aku hanya bisa bersembunyi di balik kapuk tebal berlapis kain nan tipis
Menumpahkan segala rasa kecewaku
Meluruhkan air mata yang tlah bersarang di pelupuk mataku
yang sedari tadi meronta-ronta dan memintaku untuk mengeluarkannya
Aku tak bisa menolak
Rasanya aku baik-baik saja, aku masih bisa tersenyum
Kau bilang aku berdusta? Tidak!
Aku tak ingin disebut lemah di hadapanmu
Walau memang di dalamnya aku rapuh
Tuhan memang terlalu menyayangiku
DIA selalu memisahkanku dengan seseorang yang belum pantas kucintai
Dengan seseorang yang masih meragukan ketulusanku
Rencana Tuhan selalu indah
Skenario terbaik untuk hidup dan matiku
Ini yang terbaik... InsyaAllah...
Senin, 08 Juli 2013
Dia atau Kamu
Hadirmu mampu memecah sepi, meski peranmu tak seindah masa laluku. Kau mampu membuatku tertawa lagi meski tak selepas saat bersamanya.
Maaf, aku tak bermaksud membanding-bandingkan dirimu dengan masa laluku. Namun aku ingin kau mengerti, bahwa aku belum bisa melupakannya. Aku mohon, bantu aku untuk melepaskan segala perasaan ini. Aku tak sanggup untuk memilih. Dia yang kucintai namun menyakitiku, atau dirimu yang mencintaiku tapi perasaan itu masih abu?
Rasanya ingin mengutuki diriku sendiri. Hal sepele seperti ini saja sulit untuk kuaplikasikan. Jika aku boleh memilih, lebih baik kalian tidak usah datang ke kehidupanku! Aku ingin hidup tenang tanpa dibayang-bayangi perasaan yang begitu abstrak bahkan tak bisa dimengerti.
Aku sendiri tidak tahu kapan perasaan ini datang, dan entah bagaimana caranya agar perasaan ini bisa pergi...
Konsultasi kesana kemari sudah kulakukan, namun apa daya hati ini masih mempertahankan sebuah nama yang sudah sejak lama kukasihi.
Ternyata jatuh cinta itu menyiksa, jika begini jadinya aku mau kembali lagi seperti dulu. Usahlah ada DILEMA. Biarlah waktu yang menjawab semua cintaku, namun sayang sang waktu enggan untuk berputar ke belakang, dan aku hanya bisa menelan ludah sambil menyeka air yang perlahan terjun ke pipiku.
Semoga penantian ini tidak sia-sia...
Maaf, aku tak bermaksud membanding-bandingkan dirimu dengan masa laluku. Namun aku ingin kau mengerti, bahwa aku belum bisa melupakannya. Aku mohon, bantu aku untuk melepaskan segala perasaan ini. Aku tak sanggup untuk memilih. Dia yang kucintai namun menyakitiku, atau dirimu yang mencintaiku tapi perasaan itu masih abu?
Rasanya ingin mengutuki diriku sendiri. Hal sepele seperti ini saja sulit untuk kuaplikasikan. Jika aku boleh memilih, lebih baik kalian tidak usah datang ke kehidupanku! Aku ingin hidup tenang tanpa dibayang-bayangi perasaan yang begitu abstrak bahkan tak bisa dimengerti.
Aku sendiri tidak tahu kapan perasaan ini datang, dan entah bagaimana caranya agar perasaan ini bisa pergi...
Konsultasi kesana kemari sudah kulakukan, namun apa daya hati ini masih mempertahankan sebuah nama yang sudah sejak lama kukasihi.
Ternyata jatuh cinta itu menyiksa, jika begini jadinya aku mau kembali lagi seperti dulu. Usahlah ada DILEMA. Biarlah waktu yang menjawab semua cintaku, namun sayang sang waktu enggan untuk berputar ke belakang, dan aku hanya bisa menelan ludah sambil menyeka air yang perlahan terjun ke pipiku.
Semoga penantian ini tidak sia-sia...
Selasa, 25 Juni 2013
Ketika Hati dihadapkan dengan Dua Insan Berbeda
Dilema, itulah yang sedang kurasakan saat ini. Beberapa bulan aku mencoba untuk meneguhkan hatiku, aku mencoba menyusuri hati yang lain, mencoba mengubur masa lalu yang kelam, aku menemukan sosok yang mampu membuatku tersenyum ketika aku melihat senyumnya. Aku tak pernah merasa jantungku berdegup kencang jika di dekatnya, namun cemburu ini bak binatang buas yang siap menerkam mangsanya, datang begitu saja dan membabi buta. Aku mencoba biasa saja ketika perasaan itu datang, meski itu membunuhku secara perlahan.
Namun tiba-tiba semuanya berubah, seseorang di masa laluku kudengar sedang sakit parah. Aku tak ingin terlihat sedih. Aku menampakkan wajah datarku. Meski pada akhirnya nuraniku tergerak juga untuk melihat keadaannya. Angin cinta itu berhembus lagi, hingga dapat kurasakan "aku menghirup udara segar ini lagi." Sampai pada akhirnya, ia pun mengutarakan perasaan yang tidak bisa ia jelaskan padaku.
"Tak karuan rasanya, aku sedikit terkejut atas kedatanganmu waktu itu." ujarnya di akun Facebook ku. Ternyata dia pun merasakan hal yang sama. Memang benar, entah perasaan apa yang datang waktu itu. Aku sendiri pun bingung. TIDAK !!! Jangan-jangan perasaan ini hadir lagi! Kemungkinan besar ini terjadi, aku sudah memperkirakannya sebelum aku menjenguknya. Dulu dia pernah berkata padaku bahwa perasaannya sudah tak lagi sama, jelas saja aku tak terlalu memikirkan apakah ia akan menyukaiku lagi..
Aku teringat dia (yang lain) yang mampu membuat duniaku berpaling padanya.
Namun tiba-tiba semuanya berubah, seseorang di masa laluku kudengar sedang sakit parah. Aku tak ingin terlihat sedih. Aku menampakkan wajah datarku. Meski pada akhirnya nuraniku tergerak juga untuk melihat keadaannya. Angin cinta itu berhembus lagi, hingga dapat kurasakan "aku menghirup udara segar ini lagi." Sampai pada akhirnya, ia pun mengutarakan perasaan yang tidak bisa ia jelaskan padaku.
"Tak karuan rasanya, aku sedikit terkejut atas kedatanganmu waktu itu." ujarnya di akun Facebook ku. Ternyata dia pun merasakan hal yang sama. Memang benar, entah perasaan apa yang datang waktu itu. Aku sendiri pun bingung. TIDAK !!! Jangan-jangan perasaan ini hadir lagi! Kemungkinan besar ini terjadi, aku sudah memperkirakannya sebelum aku menjenguknya. Dulu dia pernah berkata padaku bahwa perasaannya sudah tak lagi sama, jelas saja aku tak terlalu memikirkan apakah ia akan menyukaiku lagi..
Aku teringat dia (yang lain) yang mampu membuat duniaku berpaling padanya.
Rabu, 29 Mei 2013
Kini Dia yang Lain Hadir
Hari ini dia datang. Dia telah merebut hatiku darinya. Aku sudah mencoba untuk merubah haluanku, tak ingin lagi merasakan bagaimana itu jatuh cinta. Namun kehadirannya telah menghapus tanggapanku.
Sebagian perasaanku tlah terbawa olehnya, aku tak bisa menyangkal tentang perasaan ini. Aku jatuh cinta lagi. Sosoknya mampu membuatku terkagum-kagum. Aku tak melihat seberapa tampan wajahnya, dan memang ia tak tampan. Aku tidak memiliki alasan yang kuat mengapa aku memiliki perasaan ini padanya..
Aku hanya tau, saat ini aku menyukainya, meski aku tak tau apakah ia akan menyukaiku atau tidak. Tak peduli apapun yang kan terjadi, yang jelas dia selalu membuatku merasa nyaman, selalu mengerti apa yang terjadi padaku. Kurasa perasaan ini terlalu cepat untuk hadir, tapi apa yang bisa aku perbuat? Aku tak cukup kuat untuk melawan perasaan ini...
Sebagian perasaanku tlah terbawa olehnya, aku tak bisa menyangkal tentang perasaan ini. Aku jatuh cinta lagi. Sosoknya mampu membuatku terkagum-kagum. Aku tak melihat seberapa tampan wajahnya, dan memang ia tak tampan. Aku tidak memiliki alasan yang kuat mengapa aku memiliki perasaan ini padanya..
Aku hanya tau, saat ini aku menyukainya, meski aku tak tau apakah ia akan menyukaiku atau tidak. Tak peduli apapun yang kan terjadi, yang jelas dia selalu membuatku merasa nyaman, selalu mengerti apa yang terjadi padaku. Kurasa perasaan ini terlalu cepat untuk hadir, tapi apa yang bisa aku perbuat? Aku tak cukup kuat untuk melawan perasaan ini...
Selasa, 21 Mei 2013
Sosoknya
![]() |
| MissYou |
Dia, yang mengajarkanku arti kesetiaan
Dia pula yang mengajariku tentang arti ketulusan
Meski dialah satu-satunya orang yang mampu membuatku terluka
Dia, yang memberiku cinta
Dia, yang memberiku kasih
Meski kasihnya tak sebesar Tuhanku dan orangtuaku
Anam, panggil saja dia Anam
Sosok penuh tanda tanya namun penuh arti
Sulit dimengerti namun sulit tuk dibenci
Dia yang selalu kutulis selama ini
Inspirasi terbesar dalam cerita
Alur yang membingungkan dan penuh tantangan
Menguras emosi dan air mata
Meski dia tlah bersamanya,
kusebut slalu namanya di setiap do'aku
Di setiap sujud panjangku
Tipis harapan, namun inilah ketulusan
Dia telah mewarnai hidupku
Kumohon, jangan paksa aku tuk cari yang lain
Walau itu mungkin lebih baik
Tapi bagiku dialah yang terbaik
Anam...
Jumat, 17 Mei 2013
Kenangan
Kau ingat sayang?
Janji setia sehidup semati
dan mencintaiku setulus hati
Kau genggam erat tanganku
Bahagia tak terkira
Dicintai orang yang dicinta
Kau lelah sayang??
Hingga tak lagi mencintaiku
Bahkan pergi dan tak kembali
Apa kau lupa tuk temani aku?
Apa kau lupa cara memanjakanku?
Mengapa kau ingkari janji?
Tidak inginkah kau melihatku?
Tuk yang terakhir saja
Aku ingin melihat senyummu
dan memelukmu
Satu kali lagi sayang, sebelum waktuku habis
Aku rindu...
Rindu kenangan kita di masa lalu
Meski mungkin rinduku ini tak kau isi lagi
Meski kuharus menahan egoku
Kuakui ku masih menyayangimu..
Janji setia sehidup semati
dan mencintaiku setulus hati
Kau genggam erat tanganku
Bahagia tak terkira
Dicintai orang yang dicinta
Kau lelah sayang??
Hingga tak lagi mencintaiku
Bahkan pergi dan tak kembali
Apa kau lupa tuk temani aku?
Apa kau lupa cara memanjakanku?
Mengapa kau ingkari janji?
Tidak inginkah kau melihatku?
Tuk yang terakhir saja
Aku ingin melihat senyummu
dan memelukmu
Satu kali lagi sayang, sebelum waktuku habis
Aku rindu...
Rindu kenangan kita di masa lalu
Meski mungkin rinduku ini tak kau isi lagi
Meski kuharus menahan egoku
Kuakui ku masih menyayangimu..
Rabu, 08 Mei 2013
Saat Kau Tak Lagi Ada
Senyum sudah enggan lagi menyentuh bibirku
Seakan tak ingin lagi menghampiriku
Sejak itu hanya air mata yang setia menemaniku
Senja tak lagi indah seperti dulu
Semenjak kau pergi dari sisiku
Sejak itulah hanya malam gelap yang mampu temani dukaku
Cinta yang dulu adalah milikku, kini menjadi miliknya
Bumi berputar dan kini aku sedang berada di bawah
Kau menari di atas luka yang tlah kau ciptakan sendiri
Luka yang bersarang di dalam hatiku ini
Aku menunjukmu tapi kau menunjuknya
Aku mencarimu tapi kau mencarinya
Dimanakah letak keadilan cinta itu?
Ini takkan pernah berakhir
Kau dan aku tak pernah menemukan titik temu cinta tiada akhir
Lantas salah siapa? Entahlah
Benang merah belum berpihak pada kau dan aku
Cinta yang salah masih belum lelah berputar pada waktu
Detik hidupku kini seakan kian semu
Haruskah terus seperti itu?
Apakah perlu kulanjutkan kesetiaan ini?
Aku yakin cinta bukanlah kamu dan kamu bukanlah cinta itu
Aku bersalah, aku berkhianat
Aku berdosa pada dia yang lebih tepat
Haruskah kubunuh saja perasaan ini meski menyesakkan diri?
Seakan tak ingin lagi menghampiriku
Sejak itu hanya air mata yang setia menemaniku
Senja tak lagi indah seperti dulu
Semenjak kau pergi dari sisiku
Sejak itulah hanya malam gelap yang mampu temani dukaku
Cinta yang dulu adalah milikku, kini menjadi miliknya
Bumi berputar dan kini aku sedang berada di bawah
Kau menari di atas luka yang tlah kau ciptakan sendiri
Luka yang bersarang di dalam hatiku ini
Aku menunjukmu tapi kau menunjuknya
Aku mencarimu tapi kau mencarinya
Dimanakah letak keadilan cinta itu?
Ini takkan pernah berakhir
Kau dan aku tak pernah menemukan titik temu cinta tiada akhir
Lantas salah siapa? Entahlah
Benang merah belum berpihak pada kau dan aku
Cinta yang salah masih belum lelah berputar pada waktu
Detik hidupku kini seakan kian semu
Haruskah terus seperti itu?
Apakah perlu kulanjutkan kesetiaan ini?
Aku yakin cinta bukanlah kamu dan kamu bukanlah cinta itu
Aku bersalah, aku berkhianat
Aku berdosa pada dia yang lebih tepat
Haruskah kubunuh saja perasaan ini meski menyesakkan diri?
Langganan:
Komentar (Atom)

